Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 27 Februari 2014
Kepala Murid Perempuan Terkena Bola Peluru Besi
Kepala Murid Perempuan Terkena Bola Peluru Besi - SEREMBAN : Seorang murid perempuan tahun 4 di sebuah sekolah dekat Nilai, di sini, cedera di kepala selepas terkena balingan bola peluru besi ketika menjalani latihan sukan di sekolahnya, petang kelmarin.Erdina Ezalia Earman Eza, 10, mengalami pendarahan beku di kepala dan kini dirawat di Hospital NCI Nilai, di sini.
Menurut datuk mangsa, Ali Dina, 62, kejadian berlaku kira-kira 5 petang ketika cucunya sedang melakukan latihan sukan di padang sekolah.
“Ketika kejadian, kesemua murid sedang berehat selama lima minit di kawasan padang sekolah.
“Sekumpulan murid perempuan lain yang sedang bermain bola peluru besi itu telah membaling ke arah sesama mereka, menyebabkan satu daripada balingan itu tersasar lalu terkena ke kepala cucu saya,” katanya kepada Sinar Harian, di sini, semalam.
Ali berkata, cucunya menjerit kesakitan dan menangis sejurus terkena bola peluru besi itu sebelum kejadian itu diketahui seorang guru lelaki yang dipertanggungjawabkan mengawal pelajar di kawasan padang.
“Guru berkenaan merawat cucu saya dengan menuam kepala dengan ais dan meletakkan minyak gamat.
“Tapi, guru berkenaan membiarkan cucu saya pulang ke rumah dengan menaiki bas sendirian meskipun cucu saya masih lagi berasa sakit dan tidak selesa di kepala,” katanya.
Dia yang tinggal di Desa College, Bandar Baru Nilai, di sini, berkata, sebaik turun daripada bas di hadapan rumah, cucunya masih menangis dan meraung kesakitan.
“Anak saya kemudian melihat kepala cucu saya dan kelihatan bengkak di bahagian belakang kepala,” katanya.
Menurutnya, dia segera membawa cucunya itu ke hospital sebelum doktor melakukan pemeriksaan dan membuat imbasan.
“Doktor memberitahu terdapat darah beku di kepala cucu saya. Saya telah memaklumkan perkara ini kepada pihak sekolah, namun sehingga kini masih belum mendapat sebarang penjelasan tentang perkara ini,” katanya kepada pemberita di sini, semalam.
Menurut Ali, dia kesal apabila guru sukan terbabit tidak memaklumkan insiden tersebut kepadanya dan juga ibu bapa Erdina.
“Sepatutnya, guru terbabit perlu memaklumkan perkara ini kepada saya kerana sudah melibatkan kecederaan.
“Saya difahamkan guru tersebut membiarkan cucu saya pulang sendirian kerana mempunyai urusan peribadi yang perlu didahulukan.
“Ini tidak patut berlaku kerana sebagai guru yang dipertanggungjawabkan, dia perlu memastikan keselamatan cucu saya terlebih dahulu,” katanya. – Sinar Harian
Rabu, 27 November 2013
Remaja Perempuan Anggap Seks Sebagai Bumbu Saat Mabuk
Alkohol jadi penyebab dari seks yang riskan dilakukan di kalangan para remaja. Demikian peringatan yang dikeluarkan Royal College of Physicians (RCP), Inggris, dan dikutip Daily Mail, Sabtu (31/12/2011).
Banyak remaja yang mengakui mereka melakukan hal-hal yang tak masuk akal saat mabuk dan kebanyakan menenggak alkohol membuat seks sebagai bumbu bagi remaja yang hamil di usia muda dan mengidap infeksi.
Para dokter dan perawat menanyai para remaja ini mengenai kebiasaan mereka menenggak alkohol ketika mereka datang ke klinik kesehatan seksual untuk mendapatkan alat kontrasepsi atau pil pagi hari.
Organisasi itu mendapatkan data jika seperlima remaja perempuan usia 14 dan 15 tahun mengatakan mereka melakukan seks lebih sering saat dalam kondisi mabuk. Bahkan, lebih dari 80 persen, usia 16-30 tahun mengaku jika mereka mabuk sebelum melakukan hubungan seksual.
Organisasi itu juga mengatakan jutaan remaja datang ke klinik kesehatan alat reproduksi untuk mendapatkan alat kontrasepsi secara gratis, pil pagi hari, atau menjalani tes atau perawatan karena penyakit seksual menular.
Banyak remaja yang mengakui mereka melakukan hal-hal yang tak masuk akal saat mabuk dan kebanyakan menenggak alkohol membuat seks sebagai bumbu bagi remaja yang hamil di usia muda dan mengidap infeksi.
Para dokter dan perawat menanyai para remaja ini mengenai kebiasaan mereka menenggak alkohol ketika mereka datang ke klinik kesehatan seksual untuk mendapatkan alat kontrasepsi atau pil pagi hari.
Organisasi itu mendapatkan data jika seperlima remaja perempuan usia 14 dan 15 tahun mengatakan mereka melakukan seks lebih sering saat dalam kondisi mabuk. Bahkan, lebih dari 80 persen, usia 16-30 tahun mengaku jika mereka mabuk sebelum melakukan hubungan seksual.
Organisasi itu juga mengatakan jutaan remaja datang ke klinik kesehatan alat reproduksi untuk mendapatkan alat kontrasepsi secara gratis, pil pagi hari, atau menjalani tes atau perawatan karena penyakit seksual menular.
"Ada hubungan antara mengonsumsi alkohol dan kesehatan seksual yang buruk namun tak layanan yang memadai untuk memperlihatkan refleksi mengenai kaitan keduanya," demikian disampaikan Dr Simon Barton, Kepala Alcohol and Sexual Health Working Party di RCP
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)